Kamis, 08 Oktober 2009

Resiko Komplikasi Obesitas



Tulisan ini bukan untk menakut-nakuti orang-orang yang memang bertubuh tambun atau mendiskreditkan mereka karena rawan "penyakitan". Bahwa kegemukan sikaitkan dengan pemyekit-penyakit menyeramkan yang bisa menyebabkan kematian, tentu bukanlah rahasia lagi. Tulisan ini justru untuk memberkan informasi yang jelas dan logis tentang resiko komplkasi akibat obesitas, sehingga penderita tidak merasa didiskreditkan.

Seseorang dengan obesitas menghadapi risiko masalah kesehatan yang berat, antara lain:

1. Hipertensi. Penambahan jaringan lemak meningkatkan aliran darah. Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan retensi garam dan air yang meningkatkan volum darah. Laju jantung meningkat dan kapasitas pembuluh darah mengangkut darah berkurang. Pada obesitas, juga sering terjadi aterosklerosis (penumpukan plak pada pembuluh darah) sehingga pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit. Semuanya dapat meningkatkan tekanan darah.

2. Diabetes. Obesitas merupakan penyebab utama Diabetes Melitus Tipe 2 (DM 2). Adanya lemak berlebih menyebabkan resistensi insulin yang menyebabkan hiperglikemia (tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah) yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan. Diabetes melitus dapat memicu timbulnya komplikasi penyakit lain seperti ginjal, jantung, glaukoma (kebutaan), dll.

3. Dislipidemia. Meningkatnya kadar lemak dalam tubuh menmbulkan peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol ("jahat"), penurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol (HDL atau yang dikenal dengan kolesterol "baik") dan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Dispilidemia ini berisiko terbentuknya aterosklerosis yang dapat menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner (PJK).

4. Penyakit jantung koroner dan Stroke. Penyakit-penyakit ini merupakan penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis.

5. Osteoartritis. Obesitas menyebabkan berat badan semakin menngkat sehingga memperberat beban pada sendi-sendi. Bila sendi-sendi tidak kuat, maka akan timbul peradangan (disebut osteoartritis) yang menimbulkan rasa nyeri.

6. Apnea tidur (sesak napas saat tidur). Obesitas menyebabkan saluran napas yang menyempit yang selanjutnya menyebabkan henti napas sesaat sewaktu tidur dan mendengkur berat (ngorok). Hal ini dapat berakibat fatal (bahkan kematian), karena berhenti bernapas dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen (asfeksia) dan jarngannya menjadi rusak.

7. Asma. Anak dengan berat badan lebih atau obes cenderung lebih banyak mengalami serangan asma atau pembatasan keaktifan fisik. Saluran pernapasan yang menyempit karena timbunan lemak dan kondisi badan yang berat menyebabkan asma dan keterbatasan aktivitas fisik.

8. Kanker. Banyak jenis kanker yang berkaitan dengan BBL misalnya pada perempuan kanker payudara, uterus, serviks, ovarium dan kandung empedu; pada lelaki kanker kolon, rektum dan prostat.

9. Penyakit perlemakan hati. Baik peminum alkohol maupun bukan dapat mengidap penyakit perlemakan hati (non alcoholic fatty liver disease = NAFLD) atau non alcoholic steatohepatitis (NASH) yang dapat berkembang menjadi sirosis (pengerasan hati). Pada seseorang yang obes, sisa cadangan makanan yang disimpan dalam bentuk lemak (jaringan adiposit) dapat disimpan pada sekitar organ hati, dan ini dapat mengganggu kinerja atau fungsi organ tersebut.

10. Penyakit kandung empedu. Orang dengan BBL dapat menghasilkan banyak kolesterol yang memberatkan kerja empedu, dapat juga berisiko menmbulkan batu kandung empedu.

11. Gout (Asam Urat). Obesitas juga mungkin berkaitan dengan gout. Bahkan pada perempuan sehat yang belum obes the Pensacola Study telah menujukkan bahwa peningkatan lingkar pinggang sudah meningkatkan parameter risiko metabolik.

Ternyata penyakit akibat obesitas bukanlah penyakit tunggal, melainkan penyakit-penyakit yang saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, obesitas atau kelebihan berat badan tidak dapat disepelekan. Bila obesitas telah terjadi pada anda, mau tidak mau, suka tidak suka Anda harus menurunkan berat badan untuk mencegah atau mengatasi penyakit-penyakit yang beresiko menjangkiti anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar